LAUHUL MAHFUZ!!!

Dah lama aku nak cari maksudnyer…

nie petikan yang aku jumpa dalam internet..

Bisakah Kita Merobah Takdir?

Sejak dulu, ketika mengikuti pengajian, saya selalu diberitahukan bahwa tiga hal sudah ditetapkan sebelum kita lahir, rezeki, jodoh, dan maut.

Itu kan sama halnya dengan memberikan suatu kepastian sebelum sebuah peristiwa terjadi.

Benarkah seseorang sudah ditetapkan menjadi kaya atau miskin sebelum dia muncul ke dunia? Benarkah jodoh seseorang sudah dituliskan di kitab nan nyata di lauhul mahfuz? Benarkah tanggal kematian kita sudah ditetapkan?

Lalu apa gunanya kita berpayah-payah mencari rezeki jika sesuatu telah ditetapkan?

Mengapa kita tidak menunggu saja sampai jodoh datang menghampiri kita?

Tidak kah bisa seseorang merobah format hidupnya, yang dia sendiri pun tidak tahu?

Saya mengetahui bahwa ada dua aliran tentang hal ini:

  1. Aliran Jabariyah: yaitu kelompok yang melihat segala sesuatu berlangsung dengan takdir Ilahi, sehingga manusia adalah makhluk yang ‘majbur’ (terpaksa, tidak memiliki pilihan).
  2. Aliran Qadhariyah: mereka melihat bahwa manusia dapat memilih dan memiliki kebebasan mengatakan bahwa tak sesuatupun telah ditakdirkan.

Kalau kita buka Al-Quran, kata-kata dan keterangan tentang lauh mahfuz ada tercantum dalam 16 Surat yang masing-masing satu ayat, yaitu;

  1. Surat 6: Ayat 59
  2. 7:37
  3. 10:61
  4. 11:6
  5. 13:39
  6. 17:58
  7. 21:105
  8. 22:70
  9. 27:75
  10. 34:3
  11. 35:11
  12. 36:12
  13. 43:4
  14. 56:78
  15. 57:22
  16. 85:22

Ke-16 ayat di 16 surat tadi menceritakan bagaimana Allah mengetahui apa yang kita lakukan, apa yang akan terjadi.

Contoh Surat 10 Ayat 61:

    Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauhul mahfuz).

Tentang Umur disebutkan pada surat Fathir Ayat 11 (35;11):

    Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

Tentang Rezeki, Allah katakan dalam Surat Hud Ayat 6 (11:6):

    Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).

Tentang bencana Allah nyatakan dalam Surat Al Hadiid Ayat 22 (57:22)

    Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Saya mempunyai pendapat bahwa apa yang ditulis di lauhul mahfuz adalah hal-hal yang akan terjadi yang akan diputuskan oleh Allah pada waktunya. Dengan kata lain, semua itu masih berupa kemungkinan yang akan diberikan oleh Allah.

Dalam Al-Quran sendiri, Allah menyebutkan pada surat Adz Dzaariyat Ayat 58 (51:58):

    Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

Masalah memberikan atau menyempitkan rezeki ini, secara khusus dalam Al-Quran Allah menyebutkan di 9 Surat:

  1. 13:26: Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
  2. 17:30: Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambanya
  3. 29:62: Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
  4. 30:37: Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman
  5. 34:39: Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.
  6. 39:52: Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.
  7. 42:12:Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
  8. 42:19: Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
  9. 42:27: Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.

Intinya Allah menyatakan bahwa Allah lah yang meluaskan rezeki dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dia kehendaki. Artinya lagi ini dilakukan ketika kita sudah didunia.

Dengan demikian, adalah tugas kita untuk berusaha sekuat tenaga untuk mencari rezeki Allah dengan senantiasa menjalankan perintahnya, dengan tak lupa berdoa.

Surat Al-Baqarah ayat 186:

    Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Lalu apakah dengan diam saja rezeki akan datang sesuai dengan taqdir kita?

Allah memberi contoh pada ayat yang mulia: Surat Yassin ayat 47:

    Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata”.

Dan Surat AL-Anfaal Ayat 53 (8:53):

    Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Surat Al-Mulk Ayat 15 (67:15):

    Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

Dengan demikian, saya berpendapat bahwa didalam Lauh Mahfuz, ditulis tentang segala sesuatu yang akan terjadi jika kita melakukan sesuatu, dengan kata lain adanya hubungan sebab dan akibat. Bukan suatu yang mutlak.

Kita bisa merubah hidup menjadi lebih baik, dengan izin Allah. Karena apa yang kita lakukan, seperti menulis, menggerakkan badan, berjalan, bekerja, berusaha, adalah dengan Seperijinan Allah SWT.

Maka jika Allah memberikannya kepada kita, itu lah Anugerahnya. dan Jika Allah berkenan mencabut, maka itulah Ujiannya.

Makanyalah saya berperinsip bahwa kita tidak boleh menunggu apa takdir kita. Justru Allah sangat mendorong kita untuk berkarya dan berusaha didalam meraih rezekinya, didalam tetap bersemangat dan berkerangka dalam beribadah kepada ALlah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: